Dalam dua hari kunjungan ke Surabaya dan Malang untuk rapat, diskusi dan kunjungan lapangan, saya terpesona dengan sebuah perumahan bernama Pesona Mandiri Bersama di Turen. Berlokasi di selatan Kabupaten Malang, perumahan subsidi ini terlihat biasa, tanpa gembar-gembor namun bercerita banyak tentang strategi dan eksekusi penyediaan rumah subsidi yang presisi.
Mundur sedikit. Karena jadwal penerbangan yang tertunda, agenda menjadi tertukar. Diskusi sambil ramah tamah dengan berbagai asosiasi pengembang perumahan, Dinas PUPR PKP Kota Malang, DPRD Kota Malang dan BTN akhirnya dilakukan lebih awal. Diskusi dan ‘belanja masalah’ tentang kendala lapangan para pengembang menjadi hangat dan tuntas melebihi rencana. Tiga jam lamanya.
Selesainya, hari mulai gelap. Malang sedang dipayungi gelap, hujan berangin di sore hari. Kami memutuskan tetap ke Turen, arah selatan Kabupaten Malang, sekitar 45 menit perjalanan dari tengah kota Malang. Sebetulnya sebagian rombongan meminta kami berpikir ulang rencana kesana, sudah terlalu malam, gelap, hujan deras, nanti sampai lokasi apa yang mau dilihat? Apalagi malam itu juga kami harus kembali ke Surabaya, karena esok paginya masih ada agenda.
“Sudah kadung sampai sini,” batin saya. Apalagi mengunjungi perumahan ini menjadi semacam hutang yang berkali-kali tertunda. Sepanjang jalan kami terus membatin, siapa yang kira-kira mau membeli rumah subsidi di lokasi seterpencil ini. Wajar muncul tanya itu karena jalan yang kecil, banyak persimpangan, sepi, agak gelap, tidak ada pusat aktivitas ekonomi warga yang dominan.
Sesampai desa Panjer, Jeru, Kecamatan Turen, ternyata kami disambut bagian gerbang depan perumahan yang mentereng. Terang – padahal kami tiba 15 menit sebelum Maghrib di tengah cuaca gelap mendung, papan nama perumahan besar, kantor pemasaran masih aktif dengan lahan parkir luas. Masuk sedikit, aktifitas penghuni rumah tampak jelas. Jalan lapang di dalam kompleks 6 meter. Ada yang sedang bersantai. Ada yang melakukan renovasi kecil di tengah gelap. Bapak-bapak pergi ke masjid untuk sholat. Dengan hangat mereka menyapa, khas warga di ‘kampung’ yang penuh keramahan.
Sebagai perumahan subsidi, kompleks ini belum 100% ‘settle’ secara fisik. Meski telah rapih dan telah banyak dihuni, perlu ada beberapa hal minor supaya sempurna. Disisi lain, 89 unit rumah sudah 99% terjual dalam waktu tidak sampai 8 bulan. Sisa 6 unit akan sold out diperkirakan pada bulan Mei.
Dari perumahan Pesona Mandiri Turen, ada beberapa hal yang bisa dipetik sebagai pelajaran disini:
- Lokasi yang dipilih berdasarkan riset dan pertimbangan kebutuhan pasar, kompetitor dan kenyamanan. Lokasi yang mungkin cukup terpencil, nyatanya dekat dengan target pasar – seperti guru, pegawai dan pelaku UMKM. Demand first, supply later. Dan yang penting aksesibilitas yakni jalan kabupaten beraspal yang memberikan kemudahan mobilitas.
- Legalitas badan usaha, perijinan lahan dan bangunan 100% tuntas sebelum dipasarkan. Selain memberi rasa tenang dan kepercayaan calon konsumen juga memudahkan dalam hal pembiayaan perbankan
- Kualitas bangunan yang baik, bahan bangunan berkualitas, layout rumah yang nyaman, jalan di dalam kompleks yang lebar, sentuhan estetika yang prima, seluruhnya akan ‘menjual dengan sendirinya
- Pemasaran perumahan dilaksanakan dengan melakukan seluruh kanal dan jalur yang memungkinkan. Baik melalui media digital, canvassing one-on-one dan juga kerjasama langsung dengan instansi dimana calon pembeli bersumber akan mem-boosting penjualan rumah. Rumah disini dijual sesuai aturan maksimal harga subsidi di Jawa non Jabotabek yaitu 166 juta per unit. Booking fee 1 juta, menjelang akad tambah 5 juta menjadi total 6 juta. Rp160 juta adalah jumlah pembiayaan KPR Subsidi dengan bank mitra, alternatif tenor 10-15-20 tahun.
Kombinasi berbagai hal diatas terbukti memberikan kinerja bisnis yang baik bagi pengembang perumahan subsidi. Ditengah melemahnya daya beli masyarakat akibat berbagai tekanan situasi ekonomi nasional dan global, rumah subsidi yang mendapatkan banyak insentif dari pemerintah dapat mempertemukan permintaan dan suplai hunian dengan maksimal.
Semoga bermanfaat