SENI DAN REKAYASA PERADABAN

Negara peradaban yang menjadi proyek jangka panjang dan ideologi organisasi politik dimaksudkan agar bangsa Indonesia dapat berkontribusi kepada dunia terkait model sosial yang memberikan kedamaian, kebahagiaan dan kenyamanan dalam hidup.

Cita-cita ini memerlukan diantaranya kompetensi seni manusia sebagai pelaku rekayasa sosial menuju kehidupan yang lebih baik. Seni berhubungan langsung dengan kemampuan untuk membaca situasi, merancang atau mendesain peradaban, lalu mewujudkan dan mengelolanya.

Seni penting untuk menciptakan pemikiran kritis dan memecahkan masalah. Seni mendorong pemikiran kreatif dan mengeksplorasi berbagai solusi, sebuah keterampilan yang penting di bidang apa pun.

Seni juga mendorong pemahaman sosial budaya dan wawasan tentang berbagai sejarah, tradisi, perspektif, dan membangun apresiasi terhadap keragaman. Sesuatu yang diperlukan untuk merancang peradaban yang kompleks.

Tidak ada negara di muka bumi yang tidak mengharapkan perdamaian, kebahagiaan dan kenyamanan. Dan situasi terkini peradaban dunia harus ditransformasi. Ketidakadilan, standar ganda penerapan HAM, eksploitasi belahan utara terhadap selatan, ketertinggalan pendidikan di negara miskin serta kekerasan di berbagai negara akibat berebut sumber daya alam dan pekerja murah terjadi dimana-mana.

Selain itu, core values yang layak dimiliki organisasi atau institusi modern adalah inovatif, inklusif, berkemajuan, egaliter dan juga open minded. INOVASI disini adalah tentang kemampuan imajinasi sekaligus mengaplikasikannya. Dalam melakukan eksekusi, diperlukan perencanaan, perencanaan memerlukan data.

Saat ini, data berserakan dan mudah didapat. Apalagi dengan kecerdasan buatan, mesin telah membantu kita mengambil dan mengolah data, menganilisis hingga membuat perencanaan.

Istana AlHambra di Granada, Spanyol (dibangun pada abad ke-13) adalah contoh desain pusat pemerintahan yang menggabungkan seluruh fungsi dan keindahan. Air yang terus mengalir, taman, perpustakaan, area olahraga dan diskusi.

Peradaban ini pernah diambil Presiden RI Prof. BJ Habibie sebagai model integrasi agama/ iman, sains. dan teknologi. Alhambra menggambarkan perpaduan antara perencanaan bangunan yang matang, sistem bernegara, seni yang mengkolaborasikan multi-kultural peradaban Islam di tanah Eropa dan estetika.