RIMAS KISAH MEMBANGUN RUMAH DALAM 5 HARI

Di Indonesia, sebagian besar rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) saat ini dibangun menggunakan metode konstruksi tradisional menggunakan struktur batu bata atau blok beton. Meskipun metode ini memungkinkan penggunaan bahan-bahan yang tersedia secara lokal dan sudah familiar bagi para pengembang, metode ini memiliki keterbatasan struktural utama dalam hal keamanan terhadap gempa. Salah satunya, struktur tembok sangat rentan terhadap gaya lateral, sehingga mudah terjadi keruntuhan saat gempa bumi.


Selain itu, terdapat kelemahan lain dari konstruksi konvensional khususnya dalam pembangunan rumah subsidi, yaitu:

  1. Masa konstruksi yang panjang: rata-rata 45 hingga 80 hari diperlukan per unit. Bagi pengembang perumahan, hal ini menyulitkan dari sisi bisnis karena rumah subsidi hanya bisa dipasarkan setelah unit rumah berdiri minimal 90%. Makin panjang waktu pembangunan, makin banyak biaya yang tersedot. Artinya pula mengikis keuntungan, karena harga rumah subsidi dibatasi. Di Pulau Jawa non-Jabotabek misalnya, harga maksimal rumah subsidi tapak adalah Rp166 juta. Sementara di Jabotabek adalah Rp185 juta.
  2. Kualitas yang tidak konsisten: kualitas penyelesaian sangat bervariasi tergantung pada keterampilan pekerja dan kualitas material yang beraneka ragam. Misalkan dalam hal finishing, detil spesifikasi konstruksi, campuran/ adonan semen dan bahan lain, bisa tidak standar.
  3. Isolasi dan kekedapan air yang kurang baik: kurang memadai untuk menjaga kenyamanan dan perlindungan dari suhu, kelembapan dan air (air hujan maupuan genangan) di ruang hunian. Hal ini dipengaruhi sekali lagi oleh kualitas material, aplikasi material dan juga keterampilan pekerja. Kebutuhan pengembang untuk menekan biaya juga dapat mempengaruhi kualitas keseluruhan bangunan yang dapat merugikan konsumen.

Sebaliknya, model perumahan modular yang dirancang menggunakan struktur rangka baja ringan dan konstruksi panel modular, memastikan keamanan seismik yang sangat baik, mengimplementasikan insulasi termal, waktu perakitan cepat, dan kualitas standar—memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan metode konvensional. Salah satunya rumah modular “RIMAS” yang mengadopsi sistem pra-fabrikasi di pabrik modularnya, di mana semua komponen struktural inti diproduksi secara massal menggunakan proses otomatis, memastikan kualitas yang tepat dan seragam yang tidak bergantung pada tenaga kerja di lokasi.


Berkat teknologi “plat logam terintegrasi serat alami” yang telah dipatenkan untuk finishing interior dan eksterior yang dikombinasikan dengan insulasi terintegrasi dalam satu bagian, sebagian besar permukaan diselesaikan tanpa pekerjaan tambahan di lokasi. Hal ini selaras dengan visi pemerintah Indonesia untuk menyediakan perumahan rakyat yang berkualitas, mudah dan cepat dalam pembangunan serta memberikan perlindungan paripurna untuk penghuninya.

Pemasangan RIMAS di lokasi diselesaikan dalam waktu singkat, optimal 1 unit per hari dengan tim berjumlah 8 orang, sehingga ideal untuk proyek perumahan skala besar, misalnya untuk relokasi bencana, mess karyawan atau perumahan sosial, di mana kecepatan pembangunan dan efisiensi biaya sangat penting.

Desain dapat disesuaikan dengan gaya dan budaya setempat serta lingkungan perkotaan. Sistem opsional seperti jendela geser, utilitas terintegrasi memaksimalkan efisiensi konstruksi, daya tahan dan kualitas.

Keunggulan-keunggulan lainnya adalah:

📌 Dari Perspektif Pemerintah:
Kecepatan pembangunan, standarisasi, daya tahan, sehingga cocok untuk pengembangan penyediaan perumahan massal dan awet dalam jangka panjang.

📌 Dari Perspektif Penghuni/ Konsumen:
Tingkat kepuasan tinggi berkat efisiensi energi, kecepatan, estetika, keamanan struktur, dan pemanfaatan ruang interior yang optimal.

📌 Dari Perspektif Pengembang:
Hemat biaya dari sisi tenaga kerja dan kecepatan pembangunan (ready to sell house), kualitas rumah yang dapat meningkatkan kepuasan pembeli 

Perumahan modular instan RIMAS (Rumah Instan Modular Indonesia Emas) – dimana rumah contohnya telah tersedia di Indonesia tepatnya di Cipondoh, Tangerang – lebih dari sekadar inovasi bangunan — melainkan pembangunan perumahan yang masif, berstandar tinggi namun tetap efisien.