DILEMA KEKUASAAN

Dilema terbesar kekuasaan seringkali bukanlah ancaman eksternal, melainkan rasa puas diri yang dihasilkan oleh kekuasaan itu sendiri.

Pencapaian dan perasaan superior mengikis kualitas keputusan seiring waktu. Bahkan pada titik tertentu, para penguasa mungkin berhenti mempertanyakan kebenaran keputusan mereka.

Perang saat ini jelas menunjukkan hal ini. Kapasitas militer, teknologi, atau superioritas statistik saja – di atas kertas – tidak menentukan hasil.

Keberhasilan taktis di awal mengaburkan persepsi risiko dan mengurangi kualitas keputusan aktor-aktor yang berkuasa.

Dengan demikian, konflik yang awalnya dimulai dengan sebuah tujuan — hanya karena merasa mampu, tanpa bertanya lagi “haruskah kita?” — berubah menjadi perang yang terus meluas dengan keputusan yang salah kalibrasi.

Siklus sejarahnya jelas: mereka yang membuat dan menerapkan keputusan yang tepat kemarin, telah menjadi yang berkuasa hari ini.

Mereka yang membuat keputusan yang tepat dan berkualitas hari ini akan menguasai pusat-pusat kekuasaan di masa depan.

Terhindarlah dari situasi yang digambarkan sebuah pepatah “Makin tinggi posisi, musuhmu adalah dirimu sendiri”

Click for more https://linktr.ee/cak.endy